Langsung ke konten utama

Manajemen Pemasaran di SMK Ma'arif 9 Kebumen

 MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN
di SMK Ma’arif 9 Kebumen

Nama                 : Fikri Najmuddin
Kelas                 :  MPI IV A
Dosen Pengampu : Febriyani,S.I.Kom, MA



  • Pengertian Manajemen Pemasaran Pendidikan


      Dijelaskan dalam kamus besar bahasa indonesia mengenai arti manajemen, yaitu
Penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran;
Pimpinan yang bertanggungjawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.
      Sedangkan pemasaran diartikan sebagai perihal berupa proses, cara , pembuatan yang menyangkut penyebarluasan barang dagangan (barang atau jasa) dari produser kepada konsumen.

       Dengan demikian dapat disimpulkan manajemen pemasaran adalah manajemen dengan sistem yang berpegang  pada hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional sebagai dasar pengambilan keputusan dibidang pemasaran. Sedangkan yang dimaksud pendidikan dalam SISDIKNAS adalah
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peseta didik secara efektif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri,  kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrmpilan yang diperlakukan dirimnua, masyarakat, bangsa, dan :negara”.

        Jika dilihat dari manajemen pemasaran, pendidikan sendiri dapat dikatan sebagai produk jasa yang merupakan sesuatu tidak berwujud akan tetapi dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang dapat diproses dengan menggunakan atau tidak mengguanakan bantuan produk fisik, dan proses yang terjadi merupakan interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa yang memiliki sifat tidak mengakibatkan peralih hak atau kepemimpinan.
        Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan manajemen pemasaran pendidikan adalah manajemen dengan sistem yang berlandaskan pada hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional dalam sebuah lembaga pendidikan sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang pemasaran yang berorientasi pada konsumen.

Tujuan dan Fungsi Pemasaran Pendidikan

Untuk menentukan tujuan maupun fungsi dari pemasaran pendidikan, tentunya tidak akan dapat terlepas dari pengertian yang telah disampaikan diatas. Adapaun beberapa tujuan dari pemasaran pendidikan adalaah

  1. Memberi informasi kepada masyarakat tentang produk-produk lembaga pendidikan;
  2. Meningkatkan minat dan keterkaitan masyarakat pada produk lembaga pendidikan;
  3. Membedakan produk lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan yang lainnya;
  4. Memberikan penilaian lebih pada masyarakat dengan produk yang ditawarkan, dan
  5. Menstabilkan eksistensi dan kebermaknaan lembaga pendidikan di masyarakat.

     Jadi yang ingin dicapau dari pemasaran pendidikan adalah mendapatkan pelanggan yang disesuaikan dengan target, baik itu yang berkaitan dengan kualitas maupun kuantitas dari calon pelanggan (siswa). Sedangkan fungsi dari pemasaran pendidikan adalah sebagai langkah pembaharuan ketika sebuah lembaga pendidikan harus mengikuti atau mengimbangi ketatnya persaingan dalam memperoleh pelanggan (costumer)
Jadi, pemasaran pendidikan berguna sebuah suatu langkah dalam mengimbangi posisi pendidikan di era persaingan global.


  • Langkah-langkah Strategis Pemasaran Pendidikan:

      Didalam pemasaran pendidikan terdapat beberapa langkah strategis, yaitu: Identifikasi pasar, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi dan ekspresi pasar termasuk atribut-atribut pendidikan yang menjadi kepentingan konsumen pendidikan.
Segmentasi pasar dan positioning, yaitu membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan berdasarkan kebutuhan, karakteristik dan pembedaan produk yang nyata yang memudahkan konsumen untuk membedakan produk jasa antara satu lembaga dengan lembaga lainnya.

        Komunikasi pasar pasar, yaitu publakasi prestasi oleh media independen, seperti berita dalam media massa. Pelayanan sekolah, hal ini terlihat sebagai apa yang diharapkan konsumen. Kesenjangan yang sering terjadi adalah adanya perbedaan presepsi kualitas dan atribut jasa pendidikan.

Komentar